Monitoring Efek Samping Obat Anti Tuberkulosis di Poli TB DOTS RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso

rosamarlina rosamarlina, vivi lisdawati, Christine Ernita Banggai, Darayani Darayani, Temmasonge Radi Pakki, Rita Rogayah, Farida Murtiani

Abstract


Latar Belakang: Timbulnya efek samping akibat penggunaan obat anti tuberkulosis (OAT) menjadi permasalahan yang serius dalam pengobatan dan eradikasi TB karena berpengaruh terhadap keberhasilan pengobatan. Studi ini bertujuan untuk memperoleh gambaran efek samping OAT pada pasien TB di Poli TB DOTS RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso. Metode: Jenis study kohort prospektif dengan pemantauan penderita secara berkala setiap bulan selama pengobatan baik 6 bulan ataupun 9 bulan. Sampel penelitian ini adalah seluruh pasien TB di poli DOTS RSPI-SS tahun 2017 (Januari-Desember) yang telah menyelesaikan pengobatan pada bulan Desember 2017. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah consecutive sampling. Hasil: Dari 53 pasien sebagian besar yaitu 50.9% mengalami efek samping obat (ESO) ringan. Berdasarkan lokasi organ efek samping pada kulit 35.8%, 71.7% pada pencernaan, 67.9% pada saraf dan 9.4% pada mata. Tanda gejala ESO paling banyak adalah flu sindrom 54,7%, mual 43.4%, tidak nafsu makan 35.8%. Kesimpulan: Pasien TB yang mendapatkan OAT mayoritas mengalami efek samping kategori ringan dan pada lokasi organ pencernaan.


Keywords


TB, Obat Anti Tuberkulosis, Efek Samping Obat

Full Text:

PDF

References


World Health Organization (WHO). Global Tuberculosis Report 2017 [Internet]. 2017. Available from: https://www.who.int/tb/publications/global_report/gtbr2017_main_text.pdf

Kementerian Kesehatan RI. Profil kesehatan indonesia. Jakarta;2016.

Kementrian Kesehatan R. RISKESDAS 2018. Jakarta; 2018.

RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso. Laporan Rekam Medik. Jakarta; 2017.

World Health Organization. A practical handbook on the pharmacovigilance of medicines used in the treatment of tuberculosis: enhancing the safety of the TB patient. 2012;

Kementerian Kesehatan RI. Strategi Nasional Pengendalian TB di Indonesia 2010-2014. Jakarta: Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan; 2011.

World Health Organization (WHO). A practical handbook on the pharmacovigilance of medicine used in the treatment of Tubercullosis. Geneva: WHO Press; 2012.

Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Nasional Pengendalian Tuberkulosis. Jakarta: Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan; 2014.

Sari ID, Yuniar Y, Syaripuddin M. Studi Monitoring Efek Samping Obat Antituberkulosis Fdc Kategori 1 Monitoring Study on the Side Effects of Tb Drugs Therapy Fdc Category 1 in. Media Litbangkes. 2014;24(1):28–35.

Tjay TH, Rahardja K. Obat-obat Penting. 7, editor. Jakarta: Elex Media Komputindo; 2007.

Yee D, Valiquette C, Pelletier M, Parisien I, Rocher I, Menzies D. Incidence of Serious Side Effects from First-Line Antituberculosis Drugs among Patients Treated for Active Tuberculosis. Am J Respir Crit Care Med. 2003;

Farhanisa, Untari EK, Nansy E. Kejadian Efek Samping Obat Anti Tuberkulosis (OAT) Kategori 1 Pada Pasien TB Paru di Unit Pengobatan Penyakit Paru-Paru (UP4) Provinsi Kalimantan Barat. J Mhs Farm Fak Kedokt UNTAN [Internet]. 2015;3(1):1–12. Available from: http://jurnal.untan.ac.id/ index.php/jmfarmasi/article/view/16748/14403

Abbas A. Monitoring Of Side Effects Of Anti-Tuberculosis Drugs ( ATD ) On The Intensive Phase Treatment Of Pulmonary TB Patients In Makassar. J Agromedicine Med Sci [Internet]. 2017;3(1):19–24. Available from: http://download. portalgaruda.org/article.php?article=478839&val=7891&title=Monitoring Of Side Effects Of Anti-Tuberculosis Drugs (ATD) On The Intensive Phase Treatment Of Pulmonary TB Patients In Makassar

Tanu I. Farmakologi dan Terapi. Jakarta: Universitas Indonesia; 2017.

Sinha K, Marak IT, Singh Wa. Adverse drug reactions in tuberculosis patients due to directly observed treatment strategy therapy: Experience at an outpatient clinic of a teaching hospital in the city of Imphal, Manipur, India. J Assoc Chest Physicians [Internet]. 2013;1(2):50. Available from: http://www. jacpjournal.org/text.asp?2013/1/2/50/123213

Athira B, Cs M, Jyothi E. A study on adverse drug reactions to first line antitubercular drugs in DOTS therapy. 2015;4(1):7–11.

Singh AK, Pant N. Adverse effects of first line antitubercular medicines on patients taking directly observed treatment short course : A hospital based study. 2014;4(4):354–8.

Heng JE, Vorwerk CK, Lessell E, Zurakowski D, Levin LA, Dreyer EB. Ethambutol Is Toxic to Retinal Ganglion Cells via an Excitotoxic Pathway. 2019;190–6.




DOI: https://doi.org/10.32667/ijid.v5i2.81

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

The Indonesian Journal of Infectious Disese (IJID) has been covered by these following indexing services.

 Google Scholar  Mendeley

 


Secretariat Address :

Research Instalation

Sulianti Saroso Infectious Disease Hospital

Jl. Baru Sunter Permai Raya, Jakarta Utara 143040

Telp : (021) 6506559  ext 3119

www. ijid-rspisuliantisaroso.co.id

Email : jurnal@ijid-rspisuliantisaroso.co.id